Minggu, 12 Oktober 2014

CITA

Berpacu dengan waktu yang meloncat dengan cepat
Sedih menyesal bukanlah baju yang layak pakai
Ikhlas, tulus melangkah menerjang papan keraguan
Berani memutuskan secepat kilat menjadi tumpuan

Terimakasih ku ucapkan kepada saudaraku
Sang ketegaran yang perkasa tiada lelah merangkulku
Yang memperkenalkan makna dari ilmu yang awalnya terhijab
Tabrak terus kelemahan diri
Memeluk hangatnya kerendahan hati dan kesabaran

Bulan bersinar tidak lelah menerangi sang musafir
Matahari bercahaya menyapa dedauan
Padi menguning tanda ada yang memberi warna

Aku tidak sendiri dialam yang fana ini
Berteman dengan sang malaikat yang menyatu dalam setiap langkahku 

 Yang menggerakkan Alam, dengan kasihsayangNYA selalu menyapa
Dengan cahayaNYA yang tiada henti membelai nuraniku

Citaku kan tergapai
Karena citaku juga ada dalam doa dalam setiap ucapanNYA
Bangsa ini harus yakin tetap menjadi bangsa yang besar
Karena bangsa ini telah teruji kecintaannya kepadaNYA.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar