Minggu, 12 Oktober 2014

TEGAR

TEGAR

Kabut dan gelapnya angkara murka selalu saja ada disana
Hujan lebat dan angin topan datang silih berganti

Gemulai godaan yang mendesah bertopeng keanggunan
Patah arang jejaknya tidak pernah kuharapkan
Mengendarai dan mengasuh energi rasa marah

Taat pada jati diri yang telah terukir di kalbu
Kebaikan dikedepankan
Yakin jalan keluar selalu terbuka

Telah menyatu dengan hati lurusnya jalan hidup
Bunda suci yang tulus ikhlas menurunkan keluhurannya
Pantang daku memalingkan diri dari semua ajarannya


 Ketegaran yang melampaui teguhnya batu karang
Rela berkorban untuk anak cucu yang dicintainya

Manusia berasal dari tempat yang mulia
Menjaga jejak - jejak kemuliaan dengan ketulusan dan keikhlasan
Tetapi juga dengan keteguhan dan ketegarannya
Agar sejatinya manusia tetap tergenggam erat didalam sanubari.

by : ki wijanarko
Oktober 2014

Tidak ada komentar:

Posting Komentar