MATA
Terpejam tetapi tidak hanya sekedar memejamkan mata
Cahaya dan sinar kebenaran tetaplah akan terus menengok dan mengunjungiku
Berbaris di sisi kanan kiriku atau didepan dan dibelakangku, bahkan
sang kebenaran yang masih melayang terbang ingin menghampiriku
Kesetiaan kepada konsekuensi aku cintai
Dengan tulus dan ikhlas
Kubingkai niat ini dengan pigura harapan dan prasangka yang indah
Seindah cahaya kemilauMU
Aku tidak mau dengan kejinya sang kegelapan
Bahkan hanya menyebutpun aku tidak sudi
Karena bukankah aku dulu berasal dari rumah yang bercahaya ?
Dan bukankah aku menyatu dengan cahaya yang menentramkan ini ?
Bukan karena apa
Mungkin karena keterbatasan waktu
Sang pedang yang yang harus aku kelola dengan baik
Karena jika tidak, maka sang waktu akan mengambilnya
Sehingga menyesal dibelakang sudah tidak ada gunanya lagi
Nuraniku, qolbuku, mataku yang terindah, tetaplah dirimu terjaga
Tidak segan aku membasuh nuraniku melalui tarekat, jalan kemuliaan
Walau kadang sesama tidaklah suka
Tidak apa - apa, karena kunci jalan sutera sudah aku pegang teguh
Biarlah itu menjadi butiran - butiran embun pagi yang menari diatas daun menghibur hatiku
Suro diro joyoningrat lebur dening pangastuti
by : wijanarko
Tidak ada komentar:
Posting Komentar